Dialog Malam -- Rasa yang tak terbaca
Aku hanya sedikit lelah. Entah mengapa, masalah kini datang di waktu yang sama. Kini segala keinginanku nampak mustahil sebab datang di waktu yang amat salah. Aku sudah tidak mengerti harus apa, rasanya hidupku hampa. Aku laksana benda mati, hidupku terasa sudah tidak berarti. Aku lelah berpura-pura bahagia menutup tangis yang membanjiri hati, namun aku juga tak bisa berbagi kesedihan dengan seisi bumi-- dengan diriku sendiri pun, aku sulit membaginya. "Kamu kenapa?" Pertanyaan ke sekian yang kudapatkan. Pertanyaan yang sama, dengan jawabanku yang tetap sama pula. "Gak apa-apa." Bukan. Aku bukannya tidak kenapa-kenapa. Aku sendiri hanya bingung sebenarnya aku sedang kenapa. Apa sebab aku merasa sangat nestapa? Apa yang melatarbelakangi tangis terpendam dalam hati ini? Sudah-- aku sudah benar-benar tidak mengerti. Rasanya ingin mati. Percuma hidup jika rasanya seperti sudah mati. Aku tidak bisa menangis. Tidak bisa lagi mengeluh. Tidak bisa... aku... ha...