Puisi: Ruang Meraung
Ada rumpang yang tidak kunjung rampung. Ada raung samar yang diam-diam ia tanggung, kepalanya dirundung pertanyaan yang membuat air matanya terbendung; Mengapa kebaikan belum juga berkunjung? Mengapa tak ada satu pun saran dari kepalanya yang sudi semesta tampung? Jiwanya sudah ingin tumbang, namun, ia selalu mengupayakan agar keyakinannya tak hilang, ia selalu menguatkan diri sendiri dengan mengulang-ulang kalimat yang semakin lama semakin terdengar usang, "Apalah artinya segala hal ini jika dibanding dengan balasan abadi yang kelak akan datang?" "Rasa-rasanya, sabar jadi tidak terasa kalau dibandingkan dengan surga yang keindahannya sulit untuk dibayang."