Tentang Jarak
Kini mari
kita bercengkrama tentang masalah kecil, hanya tentang jarak, yang sering
dianggap pemisah, penghancur, penyebab rindu nan sendu yang tak kunjung sudah.
Anehnya, ketika banyak dari kalangan manusia yang menganggap jarak adalah sarana
menjauhkan—yang terjadi padaku justru sebaliknya, jarak yang jauh adalah sarana
pendekatan terbaik. Laksana bumi dan mentari yang menatap dari jarak berjuta
kilometer jauhnya. Aku jatuh cinta pada jarak yang terbentang jauh di antara
aku dan segala hal yang kuinginkan.
Ketika aku
dan impianku dipisah oleh jarak yang amat jauh, aku begitu semangat memperjuangkannya—sebab aku tahu, tak kan mudah bagiku menuju mimpiku itu. Dan
mimpi selamanya adalah mimpi jika tak kuperjuangkan dengan sebenar-benar
perjuangan. Ketika aku sadar bahwa jarak antara aku dan mimpiku masih amat
jauh, aku akan semakin giat berusaha dan berdoa supaya kelak tak ada lagi jarak
di antara aku dan mimpiku itu.
Ketika aku
sadar bahwa kelak ada kemungkinan bahwa aku dan orang yang kucintai dipisah
oleh jarak antardunia, aku begitu khusyuk memanjat doa supaya kelak
dipertemukan lagi, aku bersemangat berbuat baik supaya dapat membuat semua yang
kucintai dapat berkumpul dalam akhir yang baik, bahagia yang kekal, bahagia
yang nyata.
Dan, ketika
aku sadar... ada jarak di antara aku dan (si)apapun yang aku cintai, aku
semakin mengerti, bahwa jarak adalah sarana pendekatan terbaik, sarana
mencintai yang paling indah. Jarak membuat kita sadar bahwa ada yang lebih baik
dan berharga untuk kita lakukan daripada menghabiskan waktu dengan canda tawa
yang tiada berarti. Jarak membuat kita semakin dekat di dalam doa, dalam
percakapan kecil yang manis.
Jarak
membuat kita tak berharap lebih, karena kita tahu, kita mengerti... segala hal
mungkin terjadi disebabkan jarak yang ada. Entah yang terjadi adalah hal baik
seperti yang seringkali dimimpikan, atau mungkin hal lain yang berada di daftar
kemungkinan terburuk.
Mari
belajar menerima, bahwa segala hal tidak harus dekat, tidak harus erat secara kasat
mata.
Mari belajar menerima, bahwa apapun yang terjadi, segalanya sudah jauh diatur oleh Penguasa Jagat Raya jauh sebelum kehidupan di dunia ini berjalan.
Tolong, berhentilah menyalahkan jarak atas apa yang terjadi di duniamu saat ini—baik jarak antardesa, antarkota, antarprovinsi, antarnegara bahkan antardunia—sebab jarak tak kan pernah berarti jika hatimu tak mempersoalkan tentang jarak itu sendiri.
Mari belajar menerima, bahwa apapun yang terjadi, segalanya sudah jauh diatur oleh Penguasa Jagat Raya jauh sebelum kehidupan di dunia ini berjalan.
Tolong, berhentilah menyalahkan jarak atas apa yang terjadi di duniamu saat ini—baik jarak antardesa, antarkota, antarprovinsi, antarnegara bahkan antardunia—sebab jarak tak kan pernah berarti jika hatimu tak mempersoalkan tentang jarak itu sendiri.
-salam, pejuang jarak!
dari pena.hujan si tukang gaje
Komentar
Posting Komentar