Harapan yang tidak sempat diperjuangkan

Mengikhlaskan keinginan yang bahkan belum pernah diperjuangkan adalah pergulatan batin yang panjang dan menyedihkan. 

Rasanya, lebih baik bertemu dengan kegagalan daripada tidak pernah bisa memperjuangkan setitik keinginan itu walau sesaat saja.


Mungkin, beginilah cara Pencipta menunjukkan bahwa sejatinya; sehebat apapun kemampuan, sekeras apapun keinginan, pada akhirnya, beberapa hal yang tidak ditakdirkan untuk dilakukan--tidak akan pernah terlaksana, bahkan, tidak akan pernah sempat untuk diperjuangkan, sekeras apapun hal itu disebut dalam doa-doa sarat harapan mengenai kebaikan.


Pada akhirnya, ada beberapa ingin yang memang batasnya tetaplah pada ingin saja, ada beberapa angan yang takdirnya hanya untuk berlalu ditiup angin kehidupan, ada beberapa kenyataan yang tak akan berubah segarispun, entah untuk sementara atau untuk selamanya.


Selamat tanggal sebelas maret, pada keinginan yang tidak pernah sempat diperjuangkan. Entah pada siapa harus meminta maaf selain pada diri sendiri yang harapan di hatinya harus dimusnahkan bahkan sebelum sempat dinyatakan. 


Salam sayang pada mimpi-mimpi yang untuk saat ini hanya dapat dinyatakan dalam pikiran, semoga kita sempat bertemu di lain kesempatan dengan cara-cara yang lebih menakjubkan.


11 Maret 2020, 11.11 PM.pena.hujan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berandai (Bisa) Memoles Otak

Kepadamu, yang menyakiti sedemikian rapi

Saya pergi karena--saya sayang sekali